Happy Reading

UPS..! SALAH

UPS...! SALAH
Oleh: Ayu Lestari

                   Pada suatu hari ketika aku kelas 2 SMP, aku sedang bersiap-siap untuk berangkat kesekolah. Sekitar jam 12 siang, sambil bersiap-siap memakai sepatu aku menyalakan TV . Pada saat itu stasiun TV yang aku tonton sedang menyiarkan berita tentang kasus "Baekuni" atau yang lebih dikenal sebagai ”Babe”. Karena sudah siang maka aku tidak menonton berita itu hingga selesai karena takut telat dan aku terburu-buru berangkat kesekolah sampai lupa minum susu yang telah disediakan oleh Ibuku.
                 Setibanya aku disekolah, aku langsung berbaris dilapangan untuk mengikuti apel siang. Dan karena aku hampir terlambat maka aku berbaris tanpa menaruh tas dikelas terlebih dahulu. Sekitar 10 menit kemudian apel telah selesai dan aku segera memasuki kelas karena aku sudah tidak tahan memikul tas sekolah yang begitu beratnya. Kebetulan pada saat itu mata pelajaran jam pertama adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diajarkan oleh Bapak guru yang bernama Pak Thoyib. Aku sangat mengagumi sosok Pak Thoyib yang begitu tegas tetapi tetap sabar sehingga saat proses belajar mengajar terasa sangat nyaman. Beberapa menit kemudian Pak Thoyib datang. 
"Selamat siang anak-anak" kata Pak Thoyib. 
"Selamat siang Pak Thoyib" jawab anak-anak.
"Sebelum memulai pelajaran Bahasa Indonesia hari ini bapak ingin bertanya kepada kalian, apakah ada yang menonton berita tadi siang sekitar jam 12 tentang kasus Baekuni atau Babe?" tanya Pak Thoyib.
"Saya Pak!" ketika suasana hening aku menjawab sambil mengangkat tangan.
"Ya, bagus nak. Bisa jelaskan kasus Babe itu tentang apa nak?" tanya Pak Thoyib kepadaku.
"Tentang pembunuhan kan Pak? jadi ada anak laki-laki yang dibunuh oleh Babe gara-gara anak itu tidak mau disuruh Babe untuk membeli soto mie. Begitu kan Pak?" jawabku dengan penuh semangat dan tatapan yakin dan percaya diri.
             Setelah aku menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba suasana kelas menjadi riuh akibat suara tertawa teman-teman sekelas dan juga Pak Thoyib. Sedangkan aku hanya menatap mereka semua dengan ekspresi wajah kebingungan karena tidak mengerti apa penyebab mereka semua tertawa terbahak-bahak karena aku merasa yakin dengan apa yang aku jawab itu benar.
Ketika suasana mulai hening kembali lalu aku bertanya.
"Lho, Bapak dan teman-teman kenapa tertawa?" jawabku masih dengan ekspresi kebingungan.
"Ini PR buat kamu ya nak, kamu cari tahu penyebab Bapak dan teman-teman menertawakanmu" jawab Pak Thoyib sambil tertawa. 
”Yah Pak Thoyib” jawabku dengan ekspresi wajah yang semakin bertanya-tanya.
”Sudah..sudah.. mari kita mulai pelajaran kita hari ini anak-anak” ajakan Pak Thoyib untuk memulai pelajaran seperti biasanya. 
         Beberapa jam kemudian bel tanda pulang sekolah berbunyi dan aku semangat sekali untuk memasukan buku-buku kedalam tas untuk segera pulang karena aku sangat penasaran. Selama diperjalanan pulang aku terus berpikir mengapa tadi Pak Thoyib dan teman-teman menertawakanku. Dan sesampainya aku dirumah, aku langsung bertanya kepada ibuku.
"Assalamualaikum Bu Tari pulang..." salam dariku untuk ibuku yang sedang duduk diruang tamu sambil memakan camilan seperti biasanya.
"Waalaikumsalam nak, lho mengapa wajahmu seperti kebingungan begitu?" tanya ibu kepadaku.
"Begini bu, tadi kan Pak Thoyib Guru Bahasa indonesiaku bertanya, siapa yang menonton berita tentang kasus Babe dan jelaskan tentang kasusnya. Nah, aku langsung menjawab karena tadi sebelum aku berangkat sekolah aku menonton berita tentang itu.. Lalu aku jelaskan kasus Babe yaitu kasus tentang pembunuhan anak laki-laki gara-gara anak itu tidak mau disuruh untuk membeli soto mie sama si Babe ” jawabku dengan semangat.
         Ternyata Ibu langsung tertawa juga dengan terbahak-bahak sama seperti Pak Guru dan teman-teman. Lalu aku bertanya lagi kepada ibuku.
"Lho, kok ibu ikutan tertawa sih?" aku semakin kebingungan.
"Ya ampun nak.. kamu lucu sekali sih. Kasusnya yang sebenarnya bukan seperti itu nak. Kasus yang sebenarnya yaitu Baekuni atau yang lebih dikenal sebagai Babe adalah seorang tersangka pembunuhan berantai disertai dengan mutilasi dan pelecehan seksual terhadap beberapa anak laki-laki (sodomi). Sodomi nak.. bukan soto mie...!" ibu menjelaskan yang sebenarnya dengan penuh tawa.
 "Yah Bu, betapa malunya aku....! Ternyata aku salah mendengar.." jawabku dengan kaget dan tertawa karena merasa sangat malu setelah mengetahui berita yang sebenarnya.
            Hal ini sangat memalukan untukku. Dan ini adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Dibalik kejadian ini ada hikmahnya. Sebelum kita berbicara kita harus berpikir dahulu dan mencari kebenaran apa yang telah kita lihat dan kita dengar agar tidak mengalami kejadian memalukan seperti itu.


SELESAI

0 komentar:

Posting Komentar