Happy Reading



    1.  Biografi Benyamin Sueb (Bertalenta)
                     Benyamin Sueb adalah seorang seniman asli Betawi yang sukses menjadi aktor dan penyanyi Indonesia dan meramaikan perfilman Indonesia dengan segudang prestasinya. Ia lahir di Kemayoran, Jakarta, 5 Maret 1939. Benyamin menjadi figur yang melegenda di kalangan masyarakat Betawi khususnya karena berhasil menjadikan budaya Betawi dikenal luas hingga ke mancanegara. Kesuksesan di dunia musik dan film membuat namanya semakin melambung. Lebih dari 75 album musik dan 53 judul film yang ia bintangi adalah bukti keseriusannya di bidang hiburan tersebut.

                     Celetukan “muke lu jauh” atau “kingkong lu lawan” pasti mengingatkan masyarakat pada Benyamin Sueb. Sejak kecil, Benyamin Sueb sudah merasakan getirnya kehidupan. Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, si kocak Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ngamen keliling kampung dan hasilnya buat biaya sekolah kakak-kakaknya. Benyamin sering mengamen ke tetangga menyanyikan lagu Sunda Ujang-Ujang Nur sambil bergoyang badan. Orang yang melihat aksinya menjadi tertawa lalu memberikannya recehan 5 sen dan sepotong kue sebagai “imbalan”.
                  Penampilan Benyamin kecil memang sudah beda, sifatnya yang jahil namun humoris membuat Benyamin disenangi teman-temannya. Seniman yang lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939 ini sudah terlihat bakatnya sejak anak-anak.

                        Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, dua engkong Benyamin yaitu Saiti, peniup klarinet dan Haji Ung, pemain Dulmuluk, sebuah teater rakyat – menurunkan darah seni itu dan Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sewaktu kecil, bersama 7 kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng.
                       Benyamin bersama saudara-saudaranya membuat alat-alat musik dari barang bekas. Rebab dari kotak obat, stem basnya dari kaleng drum minyak besi, keroncongnya dari kaleng biskuit. Dengan “alat musik” itu mereka sering membawakan lagu-lagu Belanda tempo dulu.
                         Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni. Dari tujuh saudara kandungnya, Rohani (kakak pertama), Moh Noer (kedua), Otto Suprapto (ketiga), Siti Rohaya (keempat), Moenadji (kelima), Ruslan (keenam), dan Saidi (ketujuh), tercatat hanya Benyamin yang memiliki nama besar sebagai seniman Betawi.
                         Benyamin memulai Sekolah Dasar (dulu disebut Sekolah Rakyat) Bendungan Jago sejak umur 7 tahun. Sifatnya yang periang, pemberani, kocak, pintar dan disiplin, ditambah suaranya yang bagus dan banyak teman, menjadikan Ben sering ditraktir teman-teman sekolahnya. SD kelas 5-6 pindah ke SD Santo Yusuf Bandung. SMP di Jakarta lagi, masuk Taman Madya Cikini. Satu sekolahan dengan pelawak Ateng. Di sekolah Taman Madya, ia tergolong nakal. Pernah melabrak gurunya ketika akan kenaikan kelas, ia mengancam, “Kalau gue kagak naik lantaran aljabar, awas!” Lulus SMP ia melanjutkan SMA di Taman Siswa Kemayoran. Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta, tapi tidak tamat.
                          Benyamin mengaku tidak punya cita-cita yang pasti. “Tergantung kondisi,” kata penyanyi dan pemain film yang suka membanyol ini. Benyamin pernah mencoba mendaftar untuk jadi pilot, tetapi urung gara-gara dilarang ibunya. Ia akhirnya menjadi pedagang roti dorong. Pada 1959, ia ditawari bekerja di perusahaan bis PPD, langsung diterima . “Tidak ada pilihan lain,” katanya. Pangkatnya cuma kenek, dengan trayek Lapangan Banteng – Pasar Rumput. Itu pun tidak lama. “Habis, gaji tetap belum terima, dapat sopir ngajarin korupsi melulu,” tuturnya. Korupsi yang dimaksud ialah, ongkos penumpang ditarik, tetapi karcis tidak diberikan. Ia sendiri mula-mula takut korupsi, tetapi sang sopir memaksa. Sialnya, tertangkap basah ketika ada razia. Benyamin tidak berani lagi muncul ke pool bis PPD. Kabur, daripada diusut.
                     Baru setelah menikah dengan Noni pada 1959 (mereka bercerai 7 Juli 1979, tetapi rujuk kembali pada tahun itu juga), Benyamin kembali menekuni musik. Bersama teman-teman sekampung di Kemayoran, mereka membentuk Melodyan Boy. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. Bersama bandnya ini pula, dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang, Si Jampang dan Nonton Bioskop.
Awal karier Benyamin Sueb
                  Kesuksesan dalam dunia musik diawali dengan bergabungnya Benyamin dengan satu grup Naga Mustika. Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia.
Benyamin Sueb Duet dengan Ida Royani
                Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi duet penyanyi paling popular pada zamannya di Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi tenar dan meraih sukses besar. Sampai-sampai Lilis Suryani salah satu penyanyi yang terkenal saat itu tersaingi.
Gambang kromong
               Orkes Gambang Kromong Naga Mustika dilandasi dengan konsep musik Gambang Kromong Modern. Unsur-unsur musik modern seperti organ, gitar listrik, dan bass, dipadu dengan alat musik tradisional seperti gambang, gendang, kecrek, gong serta suling bambu.
               Setelah Orde Lama tumbang, yang ditandai dengan munculnya Soeharto sebagai presiden kedua, musik Gambang Kromong semakin memperlihatkan jatidirinya. Lagu seperti Si Jampang (1969) sukses di pasaran, dilanjutkan dengan lagu Ondel-Ondel (1971).
                Lagu-lagu lainnya juga mulai digemari. Tidak hanya oleh masyarakat Betawi tetapi juga Indonesia. Kompor Mleduk, Tukang Garem, dan Nyai Dasimah adalah sederetan lagunya yang laris di pasaran. Terlebih setelah Bang Ben berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Nonton Bioskop, nama Benyamin menjadi jaminan kesuksesan lagu yang akan ia bawakan.
                 Setelah Ida Royani hijrah ke Malaysia tahun 1972, Bang Ben mencari pasangan duetnya. Ia menggaet Inneke Koesoemawati dan berhasil merilis beberapa album, di antaranya “Nenamu” dengan tembang andalan seperti Djanda Kembang, Semut Djepang, Sekretaris, Penganten Baru dan Pelajan Toko.
Benyamin Sueb masuk Dunia film
                   Lewat popularitas di dunia musik, Benyamin mendapatkan kesempatan untuk main film. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Beberapa filmnya, seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Intan Berduri serta Si Doel Anak Betawi (1976) yang disutradari Syumanjaya, semakin mengangkat ketenarannya. Dalam Intan Berduri, Benyamin mendapatkan piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik. 
Akhir karier Benyamin Sueb
                Pada akhir hayatnya, Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron/film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) ia masih merilis album terakhirnya dengan grup Rock Al-Haj bersama Keenan Nasution. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut.

Kontribusi terhadap gambang kromong
              Dalam dunia musik, Bang Ben (begitu ia kerap disapa) adalah seorang seniman yang berjasa dalam mengembangkan seni tradisional Betawi, khususnya kesenian Gambang Kromong. Lewat kesenian itu pula nama Benyamin semakin popular. Tahun 1960, presiden pertama Indonesia, Soekarno, melarang diputarnya lagu-lagu asing di Indonesia. Pelarangan tersebut ternyata tidak menghambat karier musik Benyamin, malahan kebalikannya. Dengan kecerdikannya, Bang Ben menyuguhkan musik Gambang Kromong yang dipadu dengan unsur modern.
Benyamin Sueb Meninggal dunia
                 Benyamin yang telah empat belas kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia setelah koma beberapa hari seusai main sepak bola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Benyamin dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ini dilakukan sesuai wasiat yang dituliskannya, agar dia dimakamkan bersebelahan dengan makam Bing Slamet yang dia anggap sebagai guru, teman, dan sosok yang sangat mempengaruhi hidupnya.
Pendidikan
§  Sekolah Rakyat Bendungan Jago Jakarta (1946-1951), SD Santo Yosef Bandung (1951-1952)
§  SMPN Taman Madya Cikini, Jakarta (1955)
§  SMA Taman Siswa, Jakarta (1958)
§  Akademi Bank Jakarta (Tidak tamat) ; Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan & Ketatalaksanaan (1960)
§  Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960)
§  Kursus Lembaga Administrasi Negara (1964)
Pengalaman kerja
§  Kondektur PPD (1959)
§  Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960)
§  Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1968)
§  Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969)
§  Produser dan Sutradara PT Jiung -Film (1974-1979)
Penghargaan
§  Piala Citra 1973 dalam film Intan Berduri (Turino Djunaidy, 1972) bersama Rima Melati
§  Piala Citra 1975 dalam film Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya, 1975)
§  Jalan Landas Pacu Kemayoran diubah menjadi namanya. Hal ini menyebabkan nama Jalan atas namanya lebih panjang daripada nama Jalan Engkongnya Haji Ung.
Keluarga
Benyamin menikah dua kali. Pertama dengan Nonnie pada tahun 1959 (kemudian bercerai pada tanggal 7 Juli 1979 namun rujuk kembali pada tahun yang sama). Hj. Nonnie memberinya lima anak:
§  Beib Habbani
§  Bob Benito
§  Biem Triani
§  Beno Rahmat
§  Beni Pandawa
Sedangkan anak – anak dari isteri kedua, Alfiah, adalah :
§  Bayi Nurhayati
§  Billy Sabila
§  Bianca Belladina
§  Belinda Syahadati
Diskografi
Solo
§  Kancil Kesasar/Kue Onde (Mesra Records)
§  Si Jampang (Melodi Record)
§  Oom Senang (Mesra Record)
§  Brang Breng Brong (Diamond Record)
§  Jangkrik Genggong (Mutiara Record)
§  Apollo (Indah Records)
§  Tukang Tuak (Undah Records)
§  Nonton Pecoen (Remaco)
§  Keluarga Gila (Remaco)
§  Tukang Sado (Remaco)
§  Tukang Becak (Remaco)
§  Terus Turun (Remaco)
§  Steambath (Remaco)
§  Dul-Dul Tjak (Mutiara Records)
§  Patjaran (Indah Records)
§  Ngupi (Remaco)
§  Nyari Kutu (Indah Records)
§  Tukang Loak (Indah Records)
§  Ngibing (J&B)
§  Maredel (Remaco)
§  Mak Minta Makan Mak (Remaco)
§  Anak Sekarang (Remaco)
§  Blues Kejepit Pintu (Remaco)
§  Bul Bul Efendi (Irama Tara)
§  Kicir-Kicir (Remaco)
§  Asal Nguap (Indah Records)
§  Makan (Remaco)
§  Main Congklak (Irama Tara)
§  Ketemu Bayi Tabung (Irama Tara)
§  Soraya (Fila Records)
§  Telepon Cinta (Insan Record/RCA)
§  Martabak (Insan Record)
§  Ngibing Betawi (Varia Nada Utama)
§  Cintaku Berat di Ongkos (Virgo Ramayana Records)
§  Assoy (Ben’s Records)
§  Duit (Mutiara Records)
§  Bayi Tabung (Insan Records)
§  Mat Codet (Irama Asia)
§  Tua-Tua Komersiel (Gesit Records)
§  Saya Bilang (Abadi Records)
§  Telepon Umum (Purnama Records)
§  Belajar Membaca (Irama Asia)
§  Nostalgila (Asia Records)
§  Sang Kodok (BBB)
§  Biang Kerok Bersama Al Haj (Virgo Ramayana/Ben’s Records)

Duet
§  Indehoy bersama Rossy (Mesra Records)
§  Tukang Solder bersama Rossy (Diamond Records)
§  Es Tape bersama Rossy (Indah Records)
§  Tukang Loak bersama Lilis Suryani (Remaco)
§  Ngelamar bersama Rita Zahara (Indah Records)
§  Tukang Duren bersama Rita Zahara (Indah Records)
§  Tukang Kridit bersama Ida Royani (Indah Records)
§  Siapa Punya bersama Ida Royani (Indah Records)
§  Begini Begitu bersama Ida Royani (Indah Records)
§  Tukang Delman bersama Ida Royani (Indah Records)
§  Si Mirah Jande Marunde bersama Ida Royani (Indah Records)
§  Yang Paling Enak bersama Ida Royani (Dian Records)
§  Dunia Terbalik bersama Ida Royani (Dian Records)
§  Anak Bapak bersama Ida Royani (Remaco)
§  Di Sini Aje bersama Ida Royani (Remaco)
§  Item Manis bersama Ida Royani (Remaco)
§  Tukang Tape bersama Ida Royani (Irama Mas)
§  Perkutut bersama Ida Royani (Remaco)
§  Lampu Merah bersama Ida Royani (Remaco)
§  Lampu Merah II bersama Ida Royani (Remaco)
§  Cinta tak Terbatas bersama Ida Royani (Remaco)
§  Aturan Asyik bersama Ida Royani (Remaco)
§  Ketemu Lagi bersama Ida Royani (Remaco)
§  Jampang and His Wife bersama Inneke Kusumawati (Remaco)
§  Janda Kembang bersama Inneke Kusumawati (Remaco)
§  Semut Jepang bersama Inneke Kusumawati (Remaco)
§  Monyet Nangkring bersama Inneke Kusumawati (Remaco)
§  Dokter bersama Inneke Kusumawati (Mutiara)
§  Mancing Lindung bersama Herlina Effendy (Remaco)
§  Cong-Cong Balicong bersama Herlina Effendy (Remaco)
§  Muhammad Ali bersama Herlina Effendy (Remaco)
§  Sumur Pompa bersama Herlina Effendy (Remaco)
§  Raport Merah bersama Herlina Effendy (Remaco)
§  Apanya Dong bersama Euis Darliah (DD Records)
§  Apanya Dong II bersama Euis Darliah (DD Records)
§  Dicoba Dong bersama Euis Darliah (DD Records)
§  Tukang Sate bersama Beno Benyamin (Remaco)
Lawak
§  Warung Jakarte (ABC Records)
§  Bergurau dan Bernyanyi Bersama Eddy Sud (Purnama Records)
§  Paling Enak Bersama Eddy Sud (Purnama Records)
§  Sepak Bola Bersama Eddy Sud (Purnama Records)
§  Gepeng Menantu Benyamin bersama Srimulat (Pratama Records)
Soundtrack
§  Akhir Sebuah Impian (Musica Studios)
§  Koboi Ngungsi (Remaco)
Kompilasi
§  Parade 68 (Mesra Records)
§  Tak Mau Dimadu (Remaco)
§  Dunia Masih Lebar (Remaco)
§  Ke Pantai Florida (Mutiara)
§  Kompal Kampil (Remaco)
§  Pijitin (Remaco)
§  Artis JK Records (JK Records)
§  In Memoriam Benyamin S (Musica Studio)
§  Juki (Musica Studios)




2. Biografi Mark Elliot Zuckerberg – Pendiri Facebook (kreatif)

Mark Elliot Zuckerberg
                  Mark Zuckerberg dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1984 di Dobb Ferry, West chester County, New York. Ia adalah anak ke dua dari empat bersaudara. Ayahnya berprofesi sebagai dokter gigi dan ibunya sebagai psikiater. Mark Zuckerberg adalah keturunan Yahudi dan ia aktif sebagai anggota Apha Epsilon Pi yaitu organisasi mahasiswa Yahudi Internasional.
                   Mark menyelesaikan sekolah menengahnya di Ardsley High School dan kemudian masuk Phillips Exeter Academy. Kemudian ia melanjutkan ke universitas Harvard dengan jurusan psikologi. Saat ini Mark adalah satu-satunya anak muda yang berhasil menjadi billionaire dengan jerih payahnya sendiri melalui kendaraan yang bernama Facebook.com. Ia termasuk dalam seratus orang terkaya di dunia dengan urutan ke 67. Nilai kekayaannya ditaksir lebih dari 17 miliar dolar. Padahal saat ini ia belum genap 30 tahun.
                    Mark drop out dari Harvard karena kesibukannya mengurusi facebook. Namun ia berhasil menjadi anak muda terkaya di dunia dari hasil jerih payahnya sendiri. . “Dia adalah billionaire termuda di dunia saat ini, dan kami yakin ia adalah billionaire ter muda sepanjang sejarah yang mengumpulkan sendiri kekayaannya,” ujar Matthew Miller, associate editor Majalah Forbes.
                     Kebanyakan anak muda yang masuk dalam jajaran orang terkaya dunia adalah dari warisan orang tuanya, namun Mark tidaklah demikian. Sehingga majalah Forbes menobatkan Zuckerberg sebagai “The Youngest `Self-made’ Billionaire on the Planet” tahun 2008.
Berdirinya Facebook
                   Bagaimana awal berdirinya facebook? Berikut ini ulasannya. Mark Zuckerberg adalah anak yang sangat cerdas. Sejak kecil ia suka mengotak-atik komputer. Pada umur 8 tahun, ayah Mark membelikannya sebuah komputer. Sejak saat itulah ia bisa menghabiskan waktunya bermain dengan komputer. Di sekolah Zuckerberg termasuk anak yang pandai. Ia unggul di bidang matematika. Mark Zuckerberg sering menerima hadiah dan penghargaan di bidang sains (matematika, astronomi, dan fisika). Ia juga bisa berbahasa asing selain bahasa Inggris. Dalam angket pendaftaran mahasiswanya, ia menulis bisa berbahasa Prancis, Ibrani, Latin dan Yunani Kuno. Bahkan baru-baru ini ia juga gencar belajar bahasa Cina. Mungkin ia belajar lewat istrinya yang berketurunan Cina (Priscilla Chan).
                  Saat di SMA Mark Zuckerberg dan temannya yang bernama D’Angelo berhasil membuat plug-in untuk MP3 player Winamp. Kemudian mereka mengirim program itu ke AOL (American on line) dan Microsoft. Melihat kejeniusannya dalam memprogram akhirnya Microsoft mempekerjakannya untuk menyelesaikan sebuah proyek.
                 Ketika di Harvard, Mark menemukan bahwa Harvard tidak membagi buku mahasiswa yang memuat foto dan identitas mahasiswa Harvard pada mahasiwanya, padahal menurut Mark hal itu sangat penting agar sesama mahasiswa bisa saling kenal. Kemudian Mark menawarkan diri untuk membuat program seperti itu namun ditolah oleh pihak Harvard dengan alasan Harvard tidak mengedarkan informasi mengenai data mahasiswanya.
                 Zuckerberg tak kehilangan akal, ia lalu membuat situs coursematch.com yang memungkinkan teman-teman sekelasnya berkomunikasi satu sama lain melalui website itu. Mark tetap ingin melanjutkan keinginannya untuk membuat direktori mahasiswa Harvard agar tak hanya teman sekelasnya saja yang bisa saling berkomunikasi namun juga semua mahasiswa Harvard bisa saling mengenal.
                  Suatu malam Mark mencuri data mahasiswa Harvard dan memasukkan foto-foto mereka kedalam website yang ia buat yang bernama facemash.com. Ia memampang foto tema-temannya dan memberi pancingan foto siapa yang paling hot. Ternyata pancingannya mengena. Empat jam sejak website itu diluncurkan 450 orang mengunjungi situs itu dan 22 ribu foto dibuka. Pihak Harvard pun mengetahuinya dan sambungan internet diputus. Mark pun mendapat teguran. Ia menyampaikan permintaan maafnya namun ia tak berhenti.
                      Mark kemudian membuat website baru yang bernama thefacebook.com. Ia meluncurkannya pada februari 2004. Website ini memungkinkan seseorang memiliki akun, mereka dapat memasang fot dan saling bertukar informasi dengan temannya atau saudaranya. Awalnya sasaran thefacebook.com adalah mahasiswa Harvard, namun seiring dengan perkembangannya akhirnya kampus sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan bahkan ia juga menerima permintaan dari khalayak umum seperti para pekerja dan anak sekolahan.
                       Saat ini thefacebook.com namanya telah berubah menjadi facebook.com. Dan jangkauannya sudah menjangkau seluruh dunia. Facebook adalah website teraktif ke enam sedunia dengan user aktif sebesar 70 juta orang.
                       Mark Zuckerberg semakin sibuk, ia juga menggandeng temannya untuk menggarap facebook.com. Kuliahnya di Harvard pun tak diurusinya dan akhirnya drop out. “Saya sudah menemukan apa yang saya cari,” begitu alasannya keluar dari Harvard.
                       Facebook pun mengalami penyempurnaan, setiap harinya ada sekitar 14 juta foto diupload. Selain itu facebook juga menambah aplikasi baru setiap hari hingga saat ini ada sekitar 20ribu aplikasi yang tersedia di facebook.
Mark Zuckerberg Menjadi Billionaire
                     Pada tahun 2006 facebook membuak jaringan untuk umum dengan syarat harus memiliki email. Jumlah anggota facebook yang meningkat ini akhirnya membuat pangsa pasar baru alias tambang emas bagi Mark.
                    Saat usernya mencapai satu juta, Mark pun menawarkan investasi pada perusahaan lain yang mau bergabung mengembangkan facebook. Tercatatlah perusahaan seperti PayPal, Accel Partners, Greylock Partners, Merytech Capital Partners, Li-Ka-Shing, Viacom, Google, Yahoo dan bahkan Microsoft ikut menanam saham di facebook. Karena hal inilah ada rumor facebook mau dijual, namun Mark mengingkarinya dan menegaskan facebook tak akan dijual.

Melesatnya bisnis facebook membuat Mark menumpuk kekayaan hingga mencapai 17,5 miliar dollar. Ini membuat ia menjadi anak muda pertama yang kaya raya dari kerjanya sendiri bukan warisan. Hingga banyak majalah termasuk Time dan Forbes menobatkannya sebagai “Man of the Year”.
Masalah Facebook
                    Melesatnya facebook tak berarti bebas dari masalah. Mulai dari awal menyabot mendapat peringatan dari Harvard, kemudian dituduh menjiplak oleh connectU, serta kontroversi internasional Cina yang sempat membuat tembok api internet, kemudian Myanmar, Bhutan, Syria, Arab Saudi, Iran yang menuding facebook mempromosikan serangan terhadap negara mereka sehingga akses terhadap facebook pun ditutup.
Kesederhanaan Mark Zuckerberg
                 Walau sudah dinyatakan sebagai billionaire, namun Mark tetaplah sederhana. Saat awal membuat facebook, ia menyewa apartemen sederhana yang isinya hanya meja kursi dan kasur yang diletakkan di lantai (walau saat ini ia sudah bisa membeli apartemen senilai $7 juta). Saat datang di Palo Alto, kantor facebook, ia juga masih memakai sepeda angin.
                Ketika ia menikah dengan kekasihnya, Priscilla Chan, ia tidak mengadakan pesta super mewah namun hanya pesta kecil yang diadakan di halaman belakang rumahnya. Itupun undangannya bukanlah undangan pernikahan melainkan merayakan kelulusan Priscilla Chan dari kedokterannya. Entah hal ini dilakukan karena ia memang hidup sederhana atau karena tak ingin ribet menyiapkan pesta pernikahannya yang pasti tentulah ia ingin fokusnya tetap di facebook.
Dalam suatu kesempatan Mark Zuckerberg pernah mengungkapkan tentang kesuksesannya bahwa orang hanya tahu dia yang sekarang namun tak tahu jika ia selama enam tahun setiap hari memprogram di depan komputer.
Biodata Mark Zuckerberg
Nama             :  Mark Elliot Zuckerberg
Lahir               :  14 Mei 1984, White Plains, New York, AS
Alamat           :  Palo Alto, California
Suku                :  Jewish atau Yahudi
Almamater    :  Phillips Exeter Academy, Universitas Harvard (keluar)
Pekerjaan      :  CEO/Presiden Facebook (pemegang 24% saham tahun 2010)
Dikenal          :  Mendirikan Facebook tahun 2004; menjadi miliarder termuda di dunia pada 2008
Kekayaan       :  ▲ US$17,5 miliar (2011)
Pasangan       : Priscilla Chan (menikah 17 mei  2012–sekarang)
Kerabat          : Randi (kakak), Donna dan Arielle (adik)
Penghargaan: TIME Person of the Year 2010
Situs web      :  Facebook.com/MarkZuckerberg
   
   3. Biografi Sianne Avantie (Berbakat)
                  Sianne Avantie merupakan salah satu desainer terkemuka di Indonesia.  Dia terkenal sebagai trendsetter fashion kebaya Indonesia. Meski tidak mengenyam pendidikan formal hingga jenjang yang lebih tinggi, bukan berarti seseorang tidak mampu menggapai mimpi dan sukses di bidangnya.
                 Bakat dan kemauan yang kuat nyatanya mampu mengalahkan kesuksesan orang-orang berpendidikan tinggi bahkan. Anne  yang mengaku bahwa dirinya hanya berpendidikan tak lebih sampai SMA. Namun, bakat merancang busana dan menjahit ditambah dengan kemauan untuk belajar dan mengembangkan potensi yang ada rupanya mampu membawa nama perempuan kelahiran Semarang, 20 Mei 1964 ini melejit.
 
                 Otodidak. Itulah kalimat yang menggambarkan Anne pada dunia mode. Mempunyai darah seni yang mengalir cukup deras membuat ibu dari tiga anak ini bisa mempelajari sendiri serta mengembangkan bagaimana cara membuat mode busana dengan dasar kebaya. Berawal dari ketertarikan terhadap dunia mode, Anne sering kali membuat kostum panggung untuk grup vokal dan tari di sekolah hingga berbagai ajang hiburan yang ada di Solo saat ia masih kecil. Ketertarikan tersebut kemudian dikembangkan mulai tahun 1989 dengan bermodalkan dua mesin jahit. Pada masa itu, busana rancangan Anne dikenal dengan gaya khas bertaburan manik-manik yang hingga kini menjadi ciri khas busananya. Kini, sudah lebih dari dua puluh tahun busana rancangan Anne banyak menghiasi dunia mode baik nasional maupun internasional. Namanya sudah mendunia, bahkan tak jarang beberapa miss universe memakai jasa Anne untuk membuat kebaya khususnya.
                Dua puluh tahun berkarya dalam dunia mode dengan melahirkan busana rancangan dengan label namanya sendiri, counter pakaian ready to wear Batiken, showroom Roemah Penganten dan Anne Avantie, serta counter Pendopo yang banyak merangkul para penggiat UKM, ternyata tidak membuat Anne sesumbar dengan apa saja yang telah diraihnya. Ia justru bersyukur dengan apa yang telah Tuhan gariskan padanya. Salah satu cara untuk mengungkapkan syukurnya adalah dengan peduli terhadap lingkungan sekitar yang kurang beruntung.
               Tak hanya dikenal sebagai desainer kenamaan, Anne pun juga dikenal sebagai aktivis sosial yang berhati lembut dan penuh kasih sayang. Menjawab panggilan Tuhan, Anne pun mendirikan Wisma Kasih Bunda, sebuah pelayanan kasih pada pasien Hydrocephalus, Astresi Ani, tumor, Labiopalataschisis, bibir sumbing, dan penyakit yang memerlukan penanganan darurat lainnya.
                 Menurut beberapa pihak, pengagum Bunda Teresa ini mempunyai keseimbangan hidup antara karir, keluarga, dan aktivitas sosial sehingga pada tahun 2008 Anne dinilai layak mendapatkan penghargaan Wanita Indonesia Bisa setelah sebelumnya mendapatkan penghargaan Kartini Award pada tahun 2004, 2005, dan 2008.
                 Walaupun hari-harinya banyak disibukkan dengan kegiatannya sebagai desainer sekaligus pekerja sosial, ia tak pernah lalai menjalani tugasnya sebagai istri sekaligus ibu dari ketiga anaknya, Intan, Ernest, dan Ian.
KARIR
·         Perancang busana
·         Founder Roemah Penganten
·         Founder Batiken
·         Founder Anne Avantie
PENGHARGAAN
·         Kartini Award, 2004, 2005, 2008
·         Wanita Indonesia Bisa, 2008

0 komentar:

Posting Komentar